Sudah tidak lagi menjadi hal yang sulit, bagi bangsa ini untuk mendidik dan menyiapkan generasi pelajar, pemuda serta penerus bangsa ini untuk siap menerima amanah besar yang ada dalam Pancasila dan UUd 1945 serta menerima estafet kepemimpinan bangsa ini. Semua akan tercapai bila adanya kolaborasi dan kerjasama yang baik dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua hingga siswanya itu sendiri.
Kita masih mengingat adanya perang Dunia ke Dua yang terjadinya serangan Bom Atom dari Amerika Serikat di Hirosima dan Nagasika. Setelah terjadinya BOM itu Jepang Lululanta rata dengan tanah, Kaisar Jepang Bilang Bertanya Kepada Jendral Jepang Berapa Guru Yang tersisa , Kita akan bangun dalam 20 Tahun. Dan terbukti bahwa guru adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi kemajuan bangsa dan negara ini.
Dalam kurikulum saat ini serta kemajuan zaman yang sangat pesat dengan teknologi yang canggih. Pembelajaran di era ini tidak lagi guru menjadi sumber belajar yang utama untuk peserta didik. Guru menjadi fasilitas dan pengontrol pembelajaran siswa. Siswa bisa belajar saat di kelas, di jalan, di rumah, di tempat wisata belajar lewat teknologk Handphone, komputer maupun alat elektronik yang lain.
Guru harus bisa menjadi contoh bagi peserta didik saat di depan, menjadi semangat dan pendamping saat di bersama murid, dan menjadi penyemangat dan pendorong saat berada di belakang. Guru tidak lagi sebagai pekerjaan tetapi guru sebagai kebutuhan bagi guru itu sendiri, karena guru akan selalu memiliki kepuasaan batin tersendiri jika menikmati proses dan hasil dari siswa itu sendiri.
Teruslah menjadi guru yang hebat, yang menjadikan kegiatan sehari-hari mengajar sebagai kebutuhan bukan pekerjaan, semakin kita menyalurkan ilmu kita bukan ilmu kita berkurang tetapi ilmu kita akan terus bertambah.
Salam persaudaraan, salam guru hebat, berprestasi tiap hari belajar tiada henti .
Semarang, 25 November 2022
Penulis Kabul Nurrochman